FUCK ALL THOSE PEOPLE WITH POST POWER SYNDROME!!!
Ini yang bikin gue bingung. Kenapa sih orang2 pada kepengen punya kekuasaan dan kedudukan. Apa sebenernya yang mereka pengen kejar. Emang sih dengan kekuasaan dan kedudukan comes along fortune. But it doesn’t mean that power and position worth that much for someone til he’s able to rid of friends and value of life. Atau untuk orang yang seperti itu emang nilai hidupnya berubah kali ya. Sebenernya gak semua orang sih punya nafsu yang berlebih akan kekuasaan dan kedudukan, dan orang2 jenis ini adalah orang2 yang punya idealisme dan kekokohan nilai kebenaran, ini yang gue pelajari sepanjang gue hidup dan kenal orang. Sedangkan orang yang mabuk ama kekuasaan dan kedudukan biasanya orang yang idealismenya berputar pada kebutuhan hidupnya dan nilai yang ada pada dirinya tidak berpijak pada kebenaran dan keadilan.
Semua itu emang balik lagi ke bagaimana seseorang berkembang dalam hidupnya dan semaksimal apa mereka mengambil nilai yang mereka alami dalam hidup sebagai pijakan yang kuat dan terarah dalam berinteraksi dan menjalani jalinan hidup. Sialnya kebanyakan orang yang gue temuin gak punya kualitas dalam kelompok pertama. Rata2 pasti di kelompok kedua, dan lebih sial lagi kalo gue kerja ama mereka dan mereka di rotasi atau diberhentikan, sedangkan pekerjaan gue mengharuskan gue untuk berhubungan dengan mereka. Pasti keluhannya sama, tentang bagaimana mereka dulu bekerja dan orang yang menggantikan pasti tidak bisa sebagus mereka.
Kenapa mereka tidak bisa merelakan sesuatu yang telah lewat, yang terlepas dari genggaman. Apakah ide2 segar yang keluar dari penggantinya dianggap tidak pantas dan tidak bagus untuk institusi. How the hell they know it?
Power tends to corrupt, and I’m afraid of being lulled by it. One thing I learned, to keep my mind of power is to always remind myself about failure and that there’s always higher sky out there.