Posted by: b3rryjuic3 | November 22, 2007

Bengong Day

Hari ini kayaknya gue isi dengan bengong dan bengong. Tapi bengong ini bukan sembarang bengong. Ini bengong mikir. Bengong kok tapi mikir. Yah apa boleh buat, bengong gue gak bisa kosong. Kenapa gue bengong? Yang jelas hari ini gak mood banget kerja. Cuma dapet 4 paper yang diperiksa (while stacked of papers on the corner still piled up high) dan gue bengong ngedengerin ibu2 (called them with but a bit hyperbolic for their age) merayu ato maksa tepatnya seorang pedagang hape lewat telpon untuk ngenterin tuh hape ke kampus dari ITC Depok. Haaaa baru tau gue bisa delivery service buat hape. Tapi kayaknya tuh pedagang mati2an cari alesan biar gak perlu nganter, dan voila akhirnya dia bilang bos yang punya toko gak ngijinin dia nganterin barangnya secara harga yang dia pasang udah murah, jadi marginnya terlalu rendah kalo sampe mesti ada sales servicenya juga. Alasan yang menarik, gue akan inget. Bengong lagi………

Cape dengerin ibu2, gue pindah tempat ceritanya ke ruangan gue sendiri……belom juga menekuri paper, dah ada ajakan ngafe (ngopi di kantin kampus)………hayuk lah……dan gue bengong, ada kenalan yang baru pulang S2 dari Inggris hasil beasiswa schevening dan cerita mengenai ilmu yang dia pelajari disana. Basically, studying is fun without any intrusion on the process (financial or work). Bengong lagi….ngebayangin enaknya di Eropa…untuk apapun tujuannya……

Abis itu ada panggilan rapat, ketemu orang DPD yang berencana bikin pusat dokumentasi hukum. Ow ternyata pembesar2 akademik itu juga datang dan gue bengong…..mereka (penggede itu) berbicara dengan noraknya untuk menjual diri mereka untuk dapat proyek ini. Cara murahan yang hampir sama dengan penjual diri di pinggir jalan, speak only what they’re capable not about their knowledge. Kalian orang hukum wahai penggede akademik yang terpelajar, kenapa keilmuan kalian tidak tampak, tapi hanya cuap2 apa yang kalian lakukan dan bagaimana dengan tanpa malunya kalian membedakan diri dari yang lain……hai pongah sekali kalian, tahukah bahwa pembedaan itu hanya berasal dari diri kalian, sedangkan di luar mentertawakan ketidakakuratan pembedaan tersebut. Bengong lagi………………

Alhasil gue menyelesaikan hari dengan bengong, kalo bos gue menerapkan worksheet untuk gue pasti ada juga dia ngamuk ngeliat isi worksheet gue cuma jadwal…..hehehehe

Udah ah gue mau pulang………..enak kan kerja kayak gue……..

Posted by: b3rryjuic3 | November 14, 2007

To manage or be managed

My recent position in my employer require me to do some management action in my departement. But acording to prior examination on present condition, management is a delicate matter comprises from problems, small or even bigger problems got together in a mingling-confusing-difussing problem. I got in my hand now, the type of problem faced by the reformation government.

I can see now that management is not only about workloads, but it also about resources, your subordinate problem and the last is your superior problem on your department. This problem become more shitty when the prior manager was not making any improvement in dissolving the problem, but added more puzzle in this shitty system.

My first homework is to identify the problems, and then categorizing the problem based on the issue, and then try to figure out the solution for the problems. And you know what after one month passed since the appointment, I’m still identifying, and it’s not finished yet. There are more identification need to do. It’s like I’m digging in the trash dump, city trash dump. A little longer doing this stuff and I will be qualified for detective entrance.

I do believe that the capacity to manage starts from inside.

Posted by: b3rryjuic3 | November 7, 2007

POST POWER SYNDROME

FUCK ALL THOSE PEOPLE WITH POST POWER SYNDROME!!!

Ini yang bikin gue bingung. Kenapa sih orang2 pada kepengen punya kekuasaan dan kedudukan. Apa sebenernya yang mereka pengen kejar. Emang sih dengan kekuasaan dan kedudukan comes along fortune. But it doesn’t mean that power and position worth that much for someone til he’s able to rid of friends and value of life. Atau untuk orang yang seperti itu emang nilai hidupnya berubah kali ya. Sebenernya gak semua orang sih punya nafsu yang berlebih akan kekuasaan dan kedudukan, dan orang2 jenis ini adalah orang2 yang punya idealisme dan kekokohan nilai kebenaran, ini yang gue pelajari sepanjang gue hidup dan kenal orang. Sedangkan orang yang mabuk ama kekuasaan dan kedudukan biasanya orang yang idealismenya berputar pada kebutuhan hidupnya dan nilai yang ada pada dirinya tidak berpijak pada kebenaran dan keadilan.

Semua itu emang balik lagi ke bagaimana seseorang berkembang dalam hidupnya dan semaksimal apa mereka mengambil nilai yang mereka alami dalam hidup sebagai pijakan yang kuat dan terarah dalam berinteraksi dan menjalani jalinan hidup. Sialnya kebanyakan orang yang gue temuin gak punya kualitas dalam kelompok pertama. Rata2 pasti di kelompok kedua, dan lebih sial lagi kalo gue kerja ama mereka dan mereka di rotasi atau diberhentikan, sedangkan pekerjaan gue mengharuskan gue untuk berhubungan dengan mereka. Pasti keluhannya sama, tentang bagaimana mereka dulu bekerja dan orang yang menggantikan pasti tidak bisa sebagus mereka.

Kenapa mereka tidak bisa merelakan sesuatu yang telah lewat, yang terlepas dari genggaman. Apakah ide2 segar yang keluar dari penggantinya dianggap tidak pantas dan tidak bagus untuk institusi. How the hell they know it? 

Power tends to corrupt, and I’m afraid of being lulled by it. One thing I learned, to keep my mind of power is to always remind myself about failure and that there’s always higher sky out there.  

Posted by: b3rryjuic3 | October 30, 2007

Pilihan

Ada yang bilang kalau hidup adalah masalah pilihan, gue setuju dengan pendapat itu. Life is about choices, either you make the right one or the wrong one.  Salah atau benar pilihan itu sebenarnya bergantung pada pertimbangan yang dibuat sebelum pilihan dijatuhkan. Ada orang yang berpegang pada impuls, ada orang yang  memikirkan masak2, ada orang yang bergantung pada pendapat orang (menurut gue sih pendapat orang cuma untuk masukan, soalnya kan yang jalanin hidup ini ya yang bikin pilihan itu jadi harus dipikirin sendiri).

Sebenarnya yang jadi bikin pilihan ini ngeri adalah kemungkinan terburuk dari pilihan tersebut, yaitu kegagalan, kehancuran dan keterpurukan. Tapi, sekali lagi gue bilang pilihannya tidak hanya satu loh, tapi banyak pilihan. Misalnya begini elu dapat tawaran untuk S2 ke luar negeri padahal elu baru married, ada 2 pilihan kan stay with your wife or study abroad. Kedua pilihan tersebut punya masa depan yang berbeda yang bisa elu bayangkan sendiri. Stay berarti elu milih punya anak dulu dan berkarir kemudian elu bisa mencoba dapet scholarship lain kali.  Pergi berarti elo bisa pulang dengan memebawa gelar yang berarti nambah income dan level meningkat. Lalu misalkan elu memilih stay, elu punya anak, tapi karir lu mandeg gara2 elu hanya S1. Sedangkan temen2 lu yang ngambil beasiswa udah naik pangkat dan naik gaji. Disini bukan berarti elu gagal dalam pilihan lu,  karena ada pilihan lain disini, bekerja lebih keras atau mencari beasiswa atau meneruskan kekecewaan .

Jadi maksud gue, gak ada pilihan yang gagal atau buruk, karena bagi gue jalan kehidupan itu kayak jalan penuh persimpangan dan jalan ini kayak jalan di Bandung, satu arah semua. Jadi persimpangan itu points of no return yang ada ya jalan terus, masalah elu muter dan nempuh jalan yang sama sekali lagi itu masalah lain, karena biarpun itu jalan yang sama kondisi dan situasi lu pasti berbeda, karena elu hidup dan waktu lo keep on ticking. So what I want to say is, in life there is no time for regret, because what you have to do all the time is moving on, keep on going even jalan yang elu tempuh begitu menyakitkan dan mengecewakan tapi itu jalan yang udah elu pilih dan elu jangan menyesal karena gak ada waktu buat itu, karena ada persimpangan lain di depan lu, banyak persimpangan………………

So have a fun life people

Posted by: b3rryjuic3 | September 27, 2007

Asumsi

Gue tau dan paham kalo manusia itu memandang hidup dengan cara pandangnya yang udah diperkaya dan dikembangkan oleh nilai dan pengalaman hidupnya. Tapi kadang kala cara pandang itu tidak bisa diterapkan ke suatua keadaan karena kebenaran di balik keadaan itu belum diketahui dan belum dicari. Kalau seseorang sudah mengeluarkan pendapatnya mengenai suatu keadaan yang dia belum tahu kebenarannya maka itu disebut asumsi. Salahkah berasumsi? Tidak, sepanjang asumsi itu dapat membantu si orang tersebut untuk mengambil langkah selanjutnya untuk menyikapi keadaan tersebut. Tetapi adalah salah kalau dia mengambil asumsi tentang sesuatu keadaan dimana dia tidak perlu menyikapi keadaan tersebut. Salah kalau mengambil asumsi dan kemudian menyebarkan asumsi itu ke orang lain sehingga bisa menimbulkan suatu penilaian awal dari orang lain tentang keadaan tersebut. Kasarnya sih gosip murahan. Dan gue sangat sedih bahwa behavior ini dilakoni oleh orang yang menurut panjang nama di kartu namanya sangatlah berilmu tinggi. Ternyata ilmu tidak berbanding lurus dengan kebijakan, ternyata ilmu tidak berbanding lurus dengan rasionalisme. Menyedihkan negara ini.

Posted by: b3rryjuic3 | September 27, 2007

Diferensiasi kualitas

Susah juga kalau ngeliat suatu masalah yang ngga selesai-selesai dan walau udah diusahakan katanya tapi tetep aja ngga selesai, ada juga malah tambah ribet. Ini sebenernya bukti dari betapa berbedanya kemampuan manusia dalam menyelesiakan suatu masalah. Untuk bidang ini gue mungkin jago nyelesaiinnya tapi untuk bidang itu gue bego pastinya. Hal ini manjadi penting dalam hal penempatan SDM yang tepat untuk bidang tertentu. Bagus kalau emang tuh kantor ato perusahan punya HRD yang bagus, tapi kalo ngga jadinya cuma kesia-siaan. Problem yang harusnya bisa selesai dengan SDM berjumlah tertentu malah jadi nambah SDM lagi untuk ngerjainnya alias manggil teknisi padahal SDM itu dah digaji untuk kerjaan itu. HRD yang bagus bisa jadi gak berfungsi kalo boss perusahaan bawa maunya sendiri dan gak mau tau urusan dan masalah dibawahnya, nah ini salah satu jenis kesalahan fungsi dan penempatan, gak bisa jadi boss kok ya ditaro di pucuk pimpinan. Kadang bingung, orang itu emang gak suka berpikir kali ya, males bawaannya, gue juga suka males mikir sih, tapi kalo ada masalah gue coba untuk mikirin solusi yang tepatnya kok, gue gak suka kalo hasil dari kerjaan gue fail dari apa yang gue banyangin sebelumnya.

Posted by: b3rryjuic3 | August 9, 2007

Aduh ngantuk banget nih

Keterlaluan emang, tidur kok bisa bablas sampe 12 jam….hehehehe abis bales dendam ceritanya gara2 kerja 3 hari begadang mulu, jadinya libur pilkada kemaren mau bobo sepuas2nya….eeehhhhh siyalnya bablas 12 jam dan malemnya gak bisa tidur dan sekarang ngantuk berat. Pokoknya lagak gue dah kayak orang pinter yang kalem dan cool. padahal mah nguantukkkkkkkk……naek kereta ke salemba, pengen bobo tapi gak dapet tempat duduk, di bajaj dalam perjalanan….bajaj gitu loh mana bisa tidur kalo gemeteran, pas pulang naek mobil sih (nebeng senior) tapi kan gak mungkin gue tidur sementara dia nyetir….bisa diturunin di tengah jalan nanti, sekarang pengen bobo tapi masih banyak kerjaan, lagian di kampus gak ada tempat bobo yang terjaga privasinya……hiiiiiiikkkkksssss mata dah 5 watt neh, ngetik aja salah mulu…….tapi gak bisa tidur, gak boleh tidur, minum kopi dah gak mempan…..

Posted by: b3rryjuic3 | August 7, 2007

Ughh…benci deadline dadakan

Siyal, hari sabtu kemaren temen gue yang minta ditranslate-in peraturan minta supaya gue nyerahin hasil hari senin. Resenya karena gue masih sibuk ama kerjaan yang lain alhasil translate-an it baru kepegang minggu kemaren. Dah gitu gak gampang nerjemahin dari Indo ke Inggris, mana banyak peraturan Indo itu banyak make istilah2 yang gak jelas dan penuh bunga2 lagi yang kalo nerjemahin ke bahasa Inggris dah gak punya arti gitu jadinya. Jadi deh gue selama wiken begadang gak jelas gitu, berteman dengan kopi, indomi ma biskuit, mau jadi apa gue coba, nanti kalo kurus kan jadi gak lucu lagi (kali deh sekarang lucu hehehehe). Akhirnya selesai bagian batang tubuhnya tapi penjelasan masih belum selesai, ngeliatnya juga dah puyeng duluan padahal dah pake software yang akhirnya malah bikin tambah pusing. Kayaknya gak lagi2 deh nerjemahin kayak gini, nerjemahin Inggris ke Indo masih jauh lebih gampang.

Posted by: b3rryjuic3 | August 1, 2007

Segelas kopi, laptop dan sebuah muffin

Hari ini gue nongkrong seharian di warung kopi, ngerjain report meeting kemaren yang harus di bikin minutesnya. Mau ngerjain di kantor pasti ribet nantinya, banyak yang maunya kudu diturutin, terus kapan gue kerjanya. Berpikir ngerjain di kost kok ya bakalan tergoda dengan bantal dan tempat tidur gue yang serasa surga dunia ya. Berpikir lagi ya udah deh cabut aja ke mall dan ngerjain di warung kopi. Akhirnya disinilah gue terdampar dari tadi siang sampe sekarang, di hadapan laptop dan recorder. Ditemenin segelas kopi (gelas kedua sebenernya), muffin blueberry (mayan gak terlalu manis) dan dah selesai separuhnya kerjaan gue. Jam berapa bakal kelar ya? nanti makan malem apa ya? minjem komik lagi gak ya? duh tuh cowok kok cakep ya sayang masih kecil. Belon kelar nih kerjaan, mata dah belekan, nih postingan gak selese2 gara2 im2 aneh, gak ada cowok cakep lewat lagi, mesen kopi lagi apa ya, tapi ntar sakit perut, frappucino aja ah, biar seger…….

Posted by: b3rryjuic3 | July 30, 2007

Kerjaan…kerjaan….

Kenapa yah orang yang jadi pimpinan kok belum tentu punya kemampuan untuk memimpin, kok bisa mereka jadi pimpinan? Ini pasti karena orang yang memilih mereka jadi pimpinan tidak punya kemampuan untuk memilih orang yang punya kemampuan untuk memimpin, jadinya pilihan jatuh ke orang yang mereka anggap bisa memimpin, padahal belum tentu anggapan mereka itu sudah sesuai dengan kriteria bagaimana memilih seorang pemimpin yang baik. Kok bisa mereka memilih seorang pemimpin yang tidak punya kemampuan memimpin? Pasti karena mereka tidak tahu apa yang sebenarnya dilakukan oleh seorang pimpinan dan bagaimana seharusnya seorang pimpinan itu memimpin, jadi mereka sekadar tahu kalau seorang pemimpin adalah yang membawahi sekian banyak orang tanpa tahu apa yang harus dilakukan orang yang mengatasi tersebut. Jadi kesimpulannya? Pemimpin yang baik itu harus tahu apa yang harus dilakukan untuk dapat memimpin dan agar kepemimpinannya menghasilkan dengan baik dan agar yang dipimpin merasa puas dengan hasil kerja kepemimpinan tersebut. Orang2 yang memilih seorang pemimpin juga tidak boleh sok tahu dan sok bisa memilih pemimpin, tanyakanlah pada yang kebutuhan yang membutuhkan pemimpin tersebut dan carilah kualifikasi apa yang harus dimiliki pemimpin tersebut. Begitu bukan????

Older Posts »

Categories